Transparansi Dana Bos

Jumlah Peserta Didik Lebih dari 1.000 Siswa, Tapi Sekolah Terkesan “Miskin BOS”? Ke Mana Dana Operasionalnya ?

Jangan Langsung Menuduh, tetapi Jangan Takut Bertanya

Sekolah yang terlihat kekurangan fasilitas belum tentu mengalami penyimpangan dana BOS.

Bisa jadi dana memang terserap untuk kebutuhan operasional yang tidak terlihat secara kasat mata. Bisa jadi sekolah memiliki banyak tenaga yang harus didukung, biaya listrik dan layanan tinggi, banyak kegiatan pembelajaran, atau kebutuhan operasional lainnya.

Bisa pula ada kebutuhan besar yang memang tidak diperbolehkan dibiayai melalui BOS.

Tetapi di sisi lain, jumlah peserta didik yang besar merupakan alasan yang sah bagi masyarakat untuk berharap pengelolaan anggarannya juga semakin baik.

Jika sekolah dengan lebih dari seribu siswa terus-menerus kekurangan kebutuhan dasar, kegiatan siswa minim, fasilitas operasional sederhana tidak terawat, dan setiap ditanya soal anggaran selalu tertutup, tentu kondisi tersebut layak dievaluasi.

Sinyal yang menguat pada tuduhan.

Tambah lagi bendahara sekolah menutup rapat data.

Berapa sebenarnya BOS yang diterima sekolah dalam satu tahun? Apa program yang tercantum dalam RKAS? Berapa yang digunakan untuk buku? Berapa untuk pembelajaran? Berapa untuk pemeliharaan? Berapa untuk honor? Apa barang dan jasa yang dibeli? Dan yang paling penting, apa dampaknya bagi seribu lebih peserta didik tersebut?

Pertanyaan-pertanyaan itu menyasar langsung pada justifikasi, “BOS-nya pasti dikorupsi.”

Bagikan ini :