Dungu Berjaya Banyak Karya Tak Bermakna

Inilah Negeri Konoha: Ketika Kedunguan Menjadi Sistem dan Karya Kehilangan Makna

Banyak Berkarya, Tetapi untuk Apa?

Konoha juga memiliki obsesi terhadap produksi.

Program harus banyak.

Kegiatan harus ramai.

Laporan harus tebal.

Target harus tercapai.

Anggaran harus terserap.

Dokumentasi harus lengkap.

Secara statistik, negeri ini tampak sangat produktif.

Namun filsafat mengajarkan satu pertanyaan sederhana:

Untuk apa?

Pertanyaan ini tampak remeh, tetapi sesungguhnya radikal.

Sebab sesuatu tidak menjadi bernilai hanya karena ia dilakukan.

Aktivitas tidak identik dengan manfaat.

Produktivitas tidak identik dengan kemajuan.

Kesibukan tidak identik dengan makna.

Seseorang dapat berlari sepanjang hari tanpa pernah mendekati tujuan apabila ia berlari dalam lingkaran.

Begitu pula sebuah negara.

Ia dapat membangun banyak gedung tanpa membangun peradaban.

Ia dapat membuat banyak program tanpa menyelesaikan masalah.

Ia dapat menerbitkan banyak kebijakan tanpa memperbaiki kehidupan.

Ia dapat menghasilkan ribuan dokumen sambil terus mengulangi kegagalan yang sama.

Maka ukuran keberhasilan seharusnya bukan:

“Berapa banyak yang kita kerjakan?”

Melainkan:

“Berapa banyak masalah yang benar-benar kita selesaikan?”

Perbedaan keduanya adalah perbedaan antara ritual dan makna.

Bagikan ini :